Tips Memilih Fasilitas KPR Murah

Tips Memilih Fasilitas KPR Murah

JAKARTA - Pemerintah menawarkan program rumah subsidi yang tentu akan membantu Anda yang mempunyai gaji rendah dan tengah membutuhkan tempat tinggal. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika hendak mengambil program bertajuk kredit pemilikan rumah (KPR) Sejahtera ini.

Memperoleh pembiayaan rumah melalui subsidi siapa pun pasti tak ada yang menolak. Selain lebih murah, promosi yang ditawarkan program KPR bersubsidi ini biasanya menggiurkan.

Jenis KPR rumah bersubsidi merupakan program yang disiapkan pemerintah yang bekerja sama dengan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera). Terutama yang bergaji di bawah Rp4 juta, misalnya, ada KPR Sejahtera yang menawarkan uang muka 1 persen saja. Selain rumah tapak, rumah susun juga masuk program ini. Jadi, kita bisa memilih mau membeli rumah tapak atau rumah susun. Namun, kita tidak bisa asal pilih.

Ada sederet hal yang harus dicermati dan sesuaikan dengan kondisi sebelum bisa ikut program ramah rakyat kecil ini. Di antaranya, pertama, suku bunga tetap. Selama kredit berjalan, suku bunga dipatok tetap sebesar 5 persen saja. Adapun jangka waktu maksimal kredit adalah 20 tahun. Ini sangat ringan dibandingkan ketentuan KPR bank biasa, yang bunganya bisa tembus 10 persen.

Rahasianya, suku bunga KPR Sejahtera akan disubsidi pemerintah. Jadi, selisih bunga dengan KPR biasa akan dibayar pemerintah. Karena itulah, program ini juga dinamakan KPR bersubsidi. Buat yang mau beli rumah tapak, gaji maksimal adalah Rp4 juta. Adapun calon pembeli rumah susun maksimal gajinya Rp7 juta. Jadi, Anda dapat memilih yang sesuai dengan kondisi penghasilan. Selain itu, masa kerja minimal adalah satu tahun.

Dan harus diingat, gaji itu berlaku total untuk pasangan suami-istri. Jadi, kalau gaji suami Rp3 juta dan gaji istri Rp2 juta, Anda tidak bisa mengambil rumah tapak karena total gaji Rp5 juta. Untuk biaya, seperti KPR biasa, ada biaya-biaya yang mesti dibayar untuk mengikuti KPR Sejahtera, yaitu biaya provisi 0,5 persen dari harga rumah, biaya administrasi Rp250.000 dan biaya notaris 0,5 sampai 1 persen dari harga rumah. Selain itu ada biaya asuransi.

Nah yang boleh menikmati KPR Sejahtera adalah mereka yang belum pernah punya rumah. Jadi, nanti kita akan disuruh membuat surat pernyataan belum punya rumah dengan meterai. Selain itu, kita harus menghuni sendiri rumah itu, tidak boleh disewakan atau dikontrakkan. Kalau ketahuan melanggar aturan itu, siap-siap ditendang keluar dari rumah tanpa kompensasi. Namun, kepemilikan rumah itu bisa dialihkan (seperti disewakan atau dijual) dengan syarat, yakni sudah dihuni minimal lima tahun buat rumah tapak dan 20 tahun untuk rumah susun.

Namun, transaksi itu harus dilaporkan ke bank pemberi kredit. Kalau membeli rumah lewat skema KPR Sejahtera Tapak, kita akan mendapat perlindungan asuransi. Perlindungan ini bukan hanya buat jiwa, juga buat rumah yang dibeli. Asuransi rumah ini meliputi perlindungan terhadap kebakaran. Sebagai konsekuensi, kita mesti membayar premi asuransi tersebut.

Tanyakan dulu soal asuransi ini ke bank jika mau beli rumah pakai KPR Sejahtera agar lebih jelas. Ketika Anda akan memilih rumah subsidi dari pemerintah ini, ada baiknya jika Anda memilih lokasi yang dekat dengan lokasi beraktivitas, atau minimal yang dekat dengan fasilitas transportasi umum. Atau akan lebih baik jika Anda mempunyai kendaraan sendiri seperti motor.

Ini akan membantu Anda dan juga anggota keluarga untuk melakukan aktivitas sehari-hari, seperti ke sekolah atau pergi berbelanja. Pertimbangan selanjutnya adalah mencari bank yang sesuai dengan kredit KPR tersebut. Ada baiknya jika Anda memilih bank yang konvensional, baik itu bank syariah atau bank umum. Walaupun tidak ada perbedaan yang signifikan antara pembiayaan dan bunga pada bank syariah dan nonsyariah.

Intinya penghasilan terbatas, bukanlah tembok yang tidak bisa ditembus untuk punya rumah sendiri. Tinggal niat untuk mengurus segala persyaratan tersebut. Selain itu, harus ada disiplin keras dalam soal keuangan. Jangan kira setelah bayar uang muka ringan, lalu bisa leha-leha.

Cicilan juga mesti rutin dibayar. Karena itu, Anda harus membuat rencana matang untuk membeli rumah. Hitung berapa cicilan yang kira-kira pas dengan kondisi keuangan. Kalau mampu mencicil Rp1 juta, jangan memaksakan diri mengambil hunian dengan cicilan Rp1,5 juta. Yang realistis saja!



Sumber
http://economy.okezone.com/read/2016/03/16/470/1337732/top-property-tips-memilih-fasilitas-kpr-murah

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »